Hujan, Doa, dan Khotbah Habib Rizieq Syihab
KHOTBAH Habib Rizieq Syihab benar-benar membuat merinding. Suaranya yang tegas menggelegar membuat hati tersentak dan tersadar bahwa hukum Allah-lah yang paling tinggi.
Ketegasannya mengingatkanku akan sosok Umar Bin Khattab ra yang tak pernah takut untuk memyuarakan kebenaran. Sungguh sosok Habib Rizieq adalah sosok ulama yang langka.
Meski harus berkhotbah di depan Presiden dan wakil Presiden, tanpa ragu Habib meminta keadilan dan penegakan hukum bagi Sang penista agama. Habib juga berkata bhw ummat Islam adalah ummat yang cinta damai tetapi lebih cinta pada Al-Qur’an.
Habib berkata bahwa Indonesia akan bisa lebih damai jika tak ada aliran sesat, tak ada liberalisasi, tak ada LGBT.
Hal yang membuatku tak bisa menahan air mata adlh ketika Habib mendoakan keselamatan bagi saudara-saudara kita di Suriah, Rohingya, Palestina, Thailand, Afrika dan lainnya.
Dan suasana semakin syahdu ketika Imam Sholat mendoakan saudara-saudaranya yang tertindas di berbagai belahan bumi. Terasa sekali doa itu sangat menyentuh hati, Sang Imam Sholat berdoa sambil menangis.
Kesyahduan itu benar-benar menggetarkan jiwa-jiwa yang masih memiliki segenggam iman. Sholat Jumat di tengah rintikan hunan semakin meluruhkan seluruh kesombongan. Rintikan hujan itu seakan pertanda bahwa semesta alam turut tertunduk pasrah kepada-Nya. Karena berdoa di kala hujan turun insya Allah makbul.
Terlebih lagi ini hari Jumat. Dan doa ini adalah doa dari para mujahid yang ikhlas berjuang membela kitab suci-Nya dari seluruh penjuru negeri. Mereka mujahid dan musafir yang makbul doanya.
Ya Allah, berkahilah negeri kami
Berikanlah kami para pemimpin yang takut kepada-Mu
Rekatkanlah ukhuwah ini hingga akhir zaman.
Selamatkanlah kami dari kezhaliman manusia-manusia sombong
Aamiin…
