IBRAHIM dilahirkan pada tahun 8 H di Kota Madinah. Dia adalah anak
terakhir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dilahirkan dari
rahim Maria al-Qibthiyah radhiallahu ‘anha. Maria adalah seorang budak
yang diberikan Muqauqis, penguasa Mesir, kepada Rasulullah. Lalu Maria
mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam.
Usia Ibrahim tidak panjang, ia wafat pada tahun 10 H saat berusia 17
atau 18 bulan. Rasulullah sangat bersedih dengan kepergian putra
kecilnya yang menjadi penyejuk hatinya ini. Ketika Ibrahim wafat,
Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya mata ini menitikkan air mata dan hati ini bersedih,
namun kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rabb kami.
Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim,” (HR.
Bukhari).
Kalau kita perhatikan perjalanan hidup Rasulullah bersama
anak-anaknya, niscaya kita dapati pelajaran dan hikmah yang banyak.
Allah Ta’ala mengaruniakan beliau putra dan putri yang merupakan tanda
kesempurnaan beliau sebagai manusia.
Namun Allah juga mencoba beliau
dengan mengambil satu per satu anaknya sebagaiman dahulu mengambil satu
per satu orang tuanya tatkala beliau membutuhkan mereka; ayah, ibu,
kakek, dan pamannya. Hanya anaknya Fatimah yang wafat setelah Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah juga tidak memperpanjang usia putra-putra beliau, salah satu
hikmahnya adalah agar orang-orang tidak mengkultuskan putra-putranya
atau mengangkatnya menjadi Nabi setelah beliau. Bisa kita lihat, cucu
beliau Hasan dan Husein saja sudah membuat orang-orang yang lemah
terfitnah.
Mereka mengagungkan kedua cucu beliau melebih yang
sepantasnya, bagaimana kiranya kalau putra-putra beliau dipanjangkan
usianya dan memiliki keturunan? Tentu akan menimbulkan fitnah yang lebih
besar.
Dikutip dari kisahmuslim.com, hikmah dari wafatnya putra dan
putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sebagai teladan bagi
orang-orang yang kehilangan salah satu putra atau putri mereka.
Saat
kehilangan anaknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabar dan
tidak mengucapkan perkataan yang tidak diridhai Allah. Ketika seseorang
kehilangan salah satu anaknya, maka Rasulullah telah kehilangan hampir
semua anaknya.[]
Populer
-
PERNAH mendengar keluhan kalau hujan tahun ini begitu deras dan tak hentinya? Dalam Al-Quran, Allah SWT sudah menyebutkan bahwa hujan ...
-
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di ba...
