Oleh: NS Risno
ensrisno@gmail.com
Beliau kemudian menjawab ,”Karena mereka (orang-orang salaf ) berbicara untuk kemuliaan Islam,keselamatan jiwa dan ridha Allah Yang Maha Rahman.Sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan diri sendiri, mencari dunia dan ridha manusia.”
Nah, sejenak mari kita renungkan ucapan Hamdun Al Qashshar tersebut. Setidaknya ini bahan renungan bagi kita semua untuk muhasabah, apakah selama ini yang kita lakukan, upayakan dan perjuangkan dari waktu ke waktu dari hari ke hari dengan pengurbanan waktu, tenaga dan harta, sungguh-sungguh untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa dan ridha Allah?
Jangan-jangan benar sebagaimana yang diucapkan oleh Hamdun Al Qashshar bahwa semua itu kita lakukan hanya untuk kemuliaan dan kebesaran diri, kelompok, ataupun golongan. Semua itu kita upayakan hanya untuk mendapatkan atau meraup gemerlapnya isi dunia.
Sungguh celaka orang yang melakukan kebaikan tapi didasari atas landasan niat selain menncari ridho Allah.
Celaka besar orang yang menyekutukan Allah dalam niatnya. Sebesar apapun kebaikan itu dan sebanyak apapun manfaatnya untuk kemaslahatan orang banyak.
Namun jika kebaikan itu dilakukan dengan niat selain untuk mencari ridho Allah maka di akhirat kelak yang didapat hanyalah kerugian dan penyesalan diri.
Tidakah kita di ingatkan Allah dalam hadits qudsi yang menceritakan tentang tiga orang yang beramal dengan amalan surga namun setelah dihadapkan Allah justru ketiganya diseret dan dilempar ke dalam neraka? Hal itu disebabkan karena niat yang mendasari mereka melakukan amal kebaikan tidak semata mencari ridha Allah SWT.Mereka berjuang dan berkorban hanya untuk mendapatkan isi dunia.
Untuk itulah sepatutnya kita terus bermuhasabah, menghisab diri : Niat apa yang bersemayam dalam hati ini ketika melakukan amal kebaikan. Sekecil apapun amal yang kita lakukan haruslah diniatkan hanya untuk mencari ridha Allah SWT.
Ya,hisablah diri ini sebelum datang waktu dimana diri ini dihisab Allah SWT. []
