Presiden Israel periode 2007-2014 Simon Peres pernah dipermalukan Recep Tayyip Erdogan di Forum Ekonomi Dunia di Davos Switzerland (29/1/2009). Saat iitu Erdogan langsung marah dan memprotes pidato Shimon Peres yang menuduh Hamas membunuh warga sipil.
“Mr. Peres, you are a senior citizen
and you speak in a loud tone. I feel that your raised voice is due to
the guilt you feel. But be sure that my voice will not be raised as
yours is. When it comes to killing, you know very well how to kill. I
know very well how you struck and killed innocent children on the
beaches.”
“Tuan Peres, anda adalah warga
senior dan anda berbicara dengan nada yang tinggi. Saya merasa bahwa
suara anda yang tinggi itu disebabkan oleh perasaan bersalah anda.
Tetapi yakinlah bahwa suara saya tidak akan meninggi sebagaimana anda.
Ketika waktunya untuk membunuh, anda sangat tahu bagaimana cara
membunuhnya. Saya tahu persis bagaimana anda menghabisi dan membunuh
anak-anak (Gaza) yang tidak berdosa itu saat mereka berada di pantai.”
Hubungan Turki-Israel tegang setelah
pemerintah Turki mengutuk konflik 2008-2009 Israel-Gaza. Setahun setelah
sembilan warga Turki tewas oleh tentara Israel selama operasi militer
yang dilakukan di perairan internasional. Dikenal sebagai insiden Gaza
Flotilla, operasi menyebabkan kenaikan ketegangan antara kedua negara.
Penasihat Presiden Barack Obama, Valerie
Jarret, tersontak melihat Erdogan dan Shimon Peres terlibat debat
sengit dengan nada tinggi dan penuh emosi. Dalam debat yang memanas itu,
Peres tetap membela posisi Israel dalam serangan militer selama 23 hari
terhadap militan Hamas.
Erdogan menyebut pemblokadean (atas
Gaza) itu sebagai penjara “terbuka” yang terisolasi dari belahan dunia
lain. Erdogan menyampaikan keprihatinannya terhadap operasi militer
Israel yang menewaskan sekitar 1.300 warga Palestina saat itu, lebih
dari separuh di antaranya adalah warga sipil.
“Saya sedih mengetahui peserta forum bertepuk tangan terhadap ucapanmu (Peres),”
kata Erdogan. “Kamu pembunuh. Dan saya berpendapat tindakan itu sangat
keliru.” Emosi Erdogan memuncak saat seorang moderator panel memotong
pernyataannya untuk menanggapi pembelaan Peres terhadap operasi militer
Israel melawan Hamas.
“Anda mengetahui betul pembantaian terhadap warga Palestina,” ujar Erdogan secara lantang kepada Peres. “Saya
masih ingat 2 mantan perdana menteri di negaramu yang pernah mengaku
senang saat tank-tank Israel berhasil menjejakkan kehadiran di tanah
Palestina,” tambahnya.
