Bagaimanakah Doa Rasulullah?


Doa adalah ibadah yang sangat agung, yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah. Hakikat doa adalah menunjukan ketergantungan kita kepada Allah dan berlepas diri dari daya dan upaya makhluk.

Doa merupakan tanda Ubudiyah (Penghambaan diri secara total terhadap Allah Swt). Doa juga mengandung pengakuan atas kelemahan manusia. Di dalamnya terdapat pujian terhadap Allah Swt. Di samping itu juga terkandung sifat penyantun dan pemurah bagi Allah. Oleh sebab itu Rasulullah Saw bersabda,

“Doa itu adalah ibadah.” (HR. at-Tirmidzi)

Rasulullah adalah seorang yang banyak berdoa, memohon dan menunjukkan ketergantungan kepada Allah. Beliau menyukai kalimat-kalimat yang ringkas namun sarat makna dan juga menyukai ucapan-ucapan doa.
Di antara doa Rasululah adalah,

“Ya Allah, perbaikilah untukku Agamaku yang merupakan pelindung segala urusanku. Perbaikilah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Perbaikilah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai istirahat (kelegaan) bagiku dari segala keburukan.” (HR. Muslim)

Di antara doa beliau yang lainnya adalah,
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan pada seorang muslim yang lain. (HR. Abu Dawud)

Demikian pula doa beliau berikut ini,

“Ya Allah, cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, perkayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu.” (HR. at-Tirmidzi)
Di antara permohonan beliau kepada Allah,

“Ya Allah, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan pertemukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya (dari kalangan para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin).” (Muttafaq ‘alaih)

Populer